Bersepeda Dengan Masalah Polusi di Jakarta

Bersepeda mempunyai banyak manfaat. Bagi individual yaa.. sebagai sarana transportasi, sebagai sarana olahraga, menaikan status sosial (loh?), dan banyak lagi lainnya. Kalo bagi kelompok, ngga kalah banyak, membantu mengurangi kemacetan, polusi udara, polusi suara, krisis sumber daya alam (minyak), kerusakan jalan(?), dan seterusnya.

Oke, sekarang kita tambahkan variabel terikatnya, kota Jakarta. Jakarta merupakan kota metropolis. Kota yang banyak penduduknya. Ramai juga kendaraan pribadinya–kendaraan bermotor, beserta masalah-masalahnya(duh, panjang).

Naah, dengan bersepeda tadi kita berharap dapat menyelesaikan masalah di Jakarta.

Eh tunggu dulu, bersepeda di Jakarta itu berbahaya dari segi kesehatan, karena adanya polusi udara. Niat menghilangkan polusi udara, justru diserang balik sama polusi udara. Jelas, kita bersepeda di Jakarta sudah pasti berbagi jalan (dan udara) dengan banyak kendaraan bermotor. Debu, pasir, gas buang kendaraan bermotor, dan lain-lain sudah pasti masuk ke tubuh kita, secara langsung. Bahayanya bisa dari jangka pendek seperti kelilipan hingga jangka panjang seperti kemandulan. Yang jangka panjang kebanyakan dari zat kimia akibat gas buang kendaraan bermotor.

Kalo misalnya ada acara Car Free Day, kan bebas mobil tuh, berarti aman dong? Iya, aman, tapi cuma di tempat-tempat acara Car Free Day itu, kaya jalan Sudirman tuh, sampai Senayan, sampai Bundaran HI, sampai Monas. Sedangkan jalan menuju jalan itu, ngga bebas mobil. Contohnya saya dari Cinere mau ke Senayan (ikutan CFD), pasti melalui perjalanan penuh dengan polusi udara. Apalagi ketika melewati Fatmawati karena banyak bus yang baru berangkat.

Masih mending kalo bersepeda cuma seminggu sekali di acara Car Free Day. Tapi kalo sepeda udah menjadi kebutuhan hidup gimana? emang jarang sih, tapi kasian juga tuh kalo gitu.

Saya sama sekali ngga ngelarang orang naik sepeda. Cuma kalo masih ada banyak mobil pribadi di Jakarta ya rugi kesehatan jika naik sepeda. Kalau seperti itu, sebaiknya kita naik kendaraan umum saja, paling ngga tidak terkena polusi secara banyak dan langsung. Sedangkan secara sederhana, punya kendaraan pribadi bukan solusi.

Ada sih beberapa cara “ngakalin” masalah ini agar tetap bisa bersepeda. Kaya bangun lebih pagi karena masih sedikit kendaraan bermotor yang berkeliaran, mencari rute yang terpencil/sedikit jalan raya, menggunakan masker yang bagus, dan lainnya.

Jadi intinya kita jangan lupain kesehatan kita sendiri karena ingin “menyehatkan” kota Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s