(Gagal) Jualan

Beberapa waktu yang lalu, berkaitan dengan resolusi tahun baru saya mengenai ‘usaha’, saya jualan.

Awalnya, karena baru memulai, dan menurut saya ini yang paling mudah, saya berpikir untuk menjual barang bekas. Saya mulai memindahkan, membersihkan, serta mengelompokan barang bekas yang bisa dijual (punya nilai jual)–kebanyakan barang elektronik. Sepeda, layar komputer, ps3, CPU, handphone, dan beberapa barang bekas lainnya berhasil saya kumpulkan untuk kemudian saya bersihkan.

Karena banyak barang bekas yang bukan milik saya 100%, saya fokus untuk menjual barang yang milik saya saja, sepeda dan handphone. Saya punya alasan kenapa kedua benda tersebut saya definisikan sebagai “bekas”, karena untuk sepeda, saya sudah tidak pakai hampir 1 tahun dan demi kebaikan sepeda saya (tercinta); untuk handphone, karena saya udah punya handphone lain.

Setelah beberapa waktu, akhirnya ada kenalan saya, tukang ojek langganan, yang ingin membeli barang bekas saya, yaitu sepeda–hore! Saya sama sekali tidak menetapkan harga, mungkin jika dilihat oleh para “ahli jualan”, tindakan saya salah. Alasan saya: karena saya sudah kenal yang beli, dan karena saya memang “belum” bisa menetapkan harga. Pada akhirnya sepeda itu terjual.

Ternyata, penjualan sepeda saya tidak “bertahan lama”.

Sesaat setelah saya menjual sepeda tersebut, orang tua saya bertanya mau diapakan sepeda saya oleh pembeli tersebut? Perbaiki?  Oh iya, orang tua saya belum tahu kalau saya sudah menjual sepeda tersebut. Barulah saya bilang.

Singkat cerita, orang tua saya marah, tidak setuju saya menjual sepeda “saya”.  Lalu orantua saya menghubungi pembeli  (tukang ojek langganan saya) tersebut (yang sudah akrab dengan orangtua saya), meminta agar sepeda “saya” dikembalikan.

Akhirnya sepeda “saya” tersebut tidak jadi terjual.

***

Saya belajar, bahwa barang milik saya belum tentu milik saya. Sebelumnya, saya sempat melayangkan protes serta menegaskan, bertanya bukankah sepeda itu milik saya? Hadiah untuk saya? Saya yang merawat? Saya putuskan untuk jual karena kemungkinan saya ingin pakai adalah setelah sepeda tersebut rusak? Kalian tau apa sepeda sayaaaa?????! *dalamhati -__-

Tidak sesuai harapan, ada sedikit rasa pengharapan untuk dipuji oleh orangtua karena berhasil mencapai sesuatu, dalam hal ini menjual. Karena tidak mendapatkannya, malah kebalikannya, timbulah rasa kecewa. Ditambah lagi dengan pesimisme di kata-kata orangtua saya dalam marahnya.

Saya salah, saya tidak mengkomunikasikan dengan orangtua saya bahwa saya mau jualan, yang merupakan sumber utama ketidak setujuan orang tua. Ini satu-satunya kesalahan yang saya akui dan satu-satunya kekecewaan orang tua yang logis. Saya menganggap kekecewaan/kemarahan selain itu sudah tercemar marah.

Saya juga langsung ingat, jual-beli merupakan keputusan finansial, yang seharusnya melibatkan seluruh anggota keluarga, dan karena saya bagian dari keluarga tentu saya harus, paling tidak bilang ke kepala keluarga jika mau mengambil keputusan finansial–eit tapi ingat tidak semua keputusan finansial pribadi harus di”forum”in di keluarga.

***

Dalam kasus ini, ada yang menjadi korban–sepeda saya. Sebagai bentuk protes, kekecewaan terhadap orang tua saya dalam “konflik kepemilikan” ini, saya akhirnya “menyerahkan” sepeda saya pada orangtua saya. Saya tidak tahu apakah ini langkah yang bijak, untuk sementara atau seterusnya, atau hanya tindakan gertak dari saya saja? Yang jelas tidak ada yang merawat sepeda itu.

Iklan

3 pemikiran pada “(Gagal) Jualan

  1. hehehe lucu juga nih 😛
    btw gw juga sempat jual beberapa barang bekas. Well, orang tua juga enggak setuju dan marah-marah (walaupun benda itu enggak terpakai). Tapi seiring berjalannya waktu, lupa juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s