Koperasi Mahasiswa: Investasi Ngga Yah?

Kemarin, tanggal 25 Maret 2013 saya ikut seminar bernama  Dasar Pendidikan Koperasi yang diadakan oleh Koperasi Mahasiswa (Kopma) FMIPA UI. Karena sistem perekonomian di Indonesia adalah ekonomi Pancasila, dan ciri-ciri ekonomi Pancasila adalah adanya koperasi (halah)*, saya iseng ikut.

Kebetulan Kopma FMIPA lagi membuka pendaftaran untuk calon “investor” baru (yang juga calon anggota) dan saya serta beberapa teman ingin mencoba “berinvestasi” di situ. Alasan saya ikut seminar tersebut adalah untuk mencari tau, apa arti “investasi” di koperasi.

Seminar sesi pertama membahas pengetahuan dasar koperasi, untuk sesi 2 membahas rapat anggota tahunan koperasi (RATK). Hadir sebagai pembicara ialah Muhammad Ridho Rachman dari FIB, aktivis Kopma FIB UI 2010~2011.

*pernah denger..

***

Setelah seminar selesai, saya menemukan bahwa calon “investor” banyak yang salah kaprah mengenai “investasi” di koperasi, termasuk saya, mungkin karena menyamakan investasi koperasi dengan investasi non-koperasi. Coba kita cek, pertama, kata “investor” itu sendiri: kata “investor” yang dimaksud dalam koperasi berbeda dengan kata” investor” dalam perusahaan non-koperasi. Kedua, tujuan koperasi itu sendiri.

Investor (dalam koperasi) bukan orang yang hanya menitipkan uangnya pada perusahaan, tetapi didalam koperasi, investor  juga merupakan anggota koperasi. Kata kunci “anggota koperasi” berkaitan dengan banyak hal dalam koperasi. Koperasi berbasis partisipasi anggota, koperasi bertujuan untuk mensejahterakan anggotanya, anggota sebagai pemilik dan pelanggan koperasi, koperasi berkembang karena anggota/pemikiran anggotanya, dan lain sebagainya. Jadi, anggota (investor) sangat berperan penting dalam koperasi, kita dituntut untuk aktif dalam koperasi, demi koperasi dan anggotanya.

Seperti yang telah disebutkan diatas, tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya, bukan mencari untung sebanyak-banyaknya. Jika kita sudah merasa “sejahtera”, apa perlu kita ikut koperasi? Yaa mungkin perlu untuk alasan lain. Bagaimanapun juga, kita masih bisa untung dalam koperasi, tapi dugaan saya sih untungnya dikit, karena SHU(Sisa Hasil Usaha, profit?) 20% harus dikembalikan ke koperasi** dan sisanya baru dibagikan ke anggota.

Hmm..

**bisa berbeda berdasarkan rapat anggota, di seminar dengernya itu..

***

Oke setelah saya, sebagai “calon investor”, (sedikit) mengerti arti investasi dalam koperasi, saya dihadapi pilihan, mau investasi apa tidak? Saya sih mengelompokan diri saya sebagai sejahtera, menurut definisi sejahtera saya. Penasaran, tentu saya penasaran dengan sistem koperasi, tapi mendingan belajar koperasi apa ikut prakteknya juga? Terus nanti kalau misalnya jadi anggota, mau aktif apa setengah hati? Hmm ..

Artikel ini didasari oleh pengetahuan saya yang relatif dangkal mengenai koperasi. Jika ada kesalahan dalam pernyataan saya (yang mungkin banyak) harap dikoreksi, atau komentar..fufufu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s