SIM: Sama-sama (Ingin) Menguntungkan

Judulnya maksa -__-

***

Hari Rabu kemarin, saya dan kakak saya pergi ke kantor polisi untuk membuat SIM C, sim untuk motor.  Di kantor polisi, kami diarahkan ke bagian Lantas untuk mengambil formulir di loket pendaftaran. Sebelum mengambil formulir, setelah menyampaikan tujuan kita, kita “dipersilahkan” masuk ke dalam ruang kantor untuk kemudian ditawari apakah pembuatan-nya mau “diuruskan” atau tidak. Saya bingung memikirkan apakah tindakan tersebut benar atau salah, melihat hal tersebut dilakukan secara terang-terangan.

“Diuruskan”  berarti: mendapatkan SIM tanpa harus mengikuti ujian teori dan ujian praktek dengan waktu yang cukup singkat (dengan Rp. 400,000). Karena saya tidak mengambil “paket diuruskan” tersebut (karena tidak punya uang), hal diatas masih berupa dugaan–dugaan yang malas saya buktikan.

Loh-loh-loh, kalau diberi pilihan seperti  itu, orang yang punya duit boleh mengendarai kendaraan bermotor tanpa mengetahui aturan-aturan di jalan, gerakan-gerakan aneh polantas, siapa yang mempunyai  prioritas untuk jalan duluan di jalanan, cara pengereman kopling kalo turunan, atau mungkin tanpa mengetahui cara mengendarai motor sekalipun! Hmm, polisi  berkonstribusi dalam menyumbang angka kecelakaan lalu lintas.

Tetapi, banyak juga pengendara motor yang bisa berkendara dengan baik tanpa melewati ujian teori dan praktek  di kepolisian. Hal ini berlaku sebaliknya, belum tentu juga orang yang lulus ujian teori dan praktek dengan nilai yang baik prakteknya di lapangan baik.

Polisi memberikan pilihan pada yang mempunyai uang berlebih dan yang bersedia memakai cara biasa. Hal ini sama-sama menguntungkan kok, bagi polisi dan calon pemegang SIM. Tapi jika polisi menyediakan pilihan seperti itu (berlaku tidak tegas), apakah mereka telah menyerah pada masyarakat? Apapun jawabannya biarkan saja deh, toh sama-sama menguntungkan.

Tapi mari kita lihat dari tanggung jawab polisi, khususnya polisi lalu lintas. Polisi lalu lintas bertanggung jawab atas siapa yang diizinkan mengendara atau tidak kan? Kenapa dan kenapa tidak diizinkan berkendara? Dan pada akhirnya.. Bagaimana cara menentukan siapa yang diizinkan berkendara? Apakah bisa ditentukan dengan uang? Eit sekali lagi, sama-sama menguntungkan.

Hmm, tes teori SIM C susah ya..

 

*** update 9/5/2013

saya nemu blog bagus untuk pendidikan kepolisian hehe:

http://pelayanmasyarakat.blogspot.com/

http://pelayanmasyarakat.blogspot.com/2009/06/sim.html

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s