Subsidi BBM Tidak Perlu kok…

Kenaikan BBM bukan masalah politik, hukum, dan masalah-masalah spekulatif lainnya. Kenaikan BBM dapat mengurangi penggunaan BBM, yang bisa kita anggap baik, karena penggunaan BBM (dengan boros) sendiri adalah masalah nyata dari aspek, lingkungan, sosial, dan kesehatan.

Mari bicara kebijakan pemerintah mengenai BBM. Seharusnya seluruh kebijakan yang berkaitan langsung/tidak langsung dengan penggunaan BBM mempunyai tujuan agar masyarakat tidak lagi bergantung pada BBM. Kebijakan pemerintah memberikan subsidi BBM pada masyarakat luas tanpa memberikan batas siapa yang pantas mendapatkan BBM bersubsidi adalah salah karena membuat masyarakat bergantung pada BBM.

Kelompok Masyarakat Pengguna BBM

Dalam bidang transportasi, saya membagi 2 kelompok masyarakat di Indonesia berdasarkan penggunaan BBM-nya. Yang pertama adalah kelompok masyarakat yang memanfaatkan BBM dengan sungguh-sungguh sehingga menghasilkan manfaat, seperti para pelaku usaha, terutama distributor kebutuhan pokok. Lalu pemerintah (seharusnya) juga masuk kedalam “kelompok” ini; menggunakan kendaraan dinas, kendaraan umum, kendaraan pos, kendaraan polisi, ambulans, pemadam kebakaran, dan kendaraan/fasilitas lainnya yang ditujukan demi kepentingan umum.

Kelompok terakhir, adalah kelompok masyarakat yang boros BBM sehingga menimbulkan (banyak) masalah. Yang masuk kelompok ini sebagian besar adalah pengguna kendaraan pribadi karena jumlahnya yang sangat banyak dan semakin tidak efisien menggunakan BBM.

Kedua kelompok masyarakat tersebut dibatasi oleh sebuah garis yang (masih) kabur. Tetapi ada satu yang jelas, lebih banyak masyarakat yang boros dibandingkan yang tidak. Penting bagi pemerintah untuk mengetahui perbedaan dan membedakan kedua jenis masyarakat ini. Kegagalan pemerintah dalam melakukan kedua hal tersebut dapat berakibat pada kebijakan yang … tidak bijak.

Untuk membuat garis yang tegas, buat sistem pemberian BBM (bersubsidi) yang jelas, berdasarkan pada sesuatu yang kongkrit pada saat pemberian BBM bersubsidi di pom bensin. Misal, berdasarkan warna pelat itu kongkrit. Selain itu bisa juga berdasarkan surat, misalnya Surat Izin Usaha Angkutan Barang, yang punya surat itu, BBM nya gratis! (misal). Lalu untuk kendaraan-kendaraan selain itu? Kenakan harga BBM tidak bersubsidi tentunya.

Ini dia, kebijakan pemerintah yang salah dari awal adalah memberikan subsidi kepada keseluruhan masyarakat. Pemerintah sebelumnya memberikan subsidi tanpa mengetahui dan menetapkan batas yang jelas (bahkan tidak dibatasi sama sekali) antara siapa yang pantas mendapatkan dan siapa yang tidak. Alhasil seluruh masyarakat dapat menikmati BBM bersubsidi. Setelah itu terjadilah pemborosan BBM, yang sebagian dari itu ditanggung oleh pemerintah dan memberatkan negara.  Lalu pada saat pemerintah ingin mengurangi subsidi atau mempertegas garis antar siapa yang pantas mendapatkan BBM, masyarakat sudah terlanjur kecanduan BBM, ingin mendapatkan candu mereka semurah mungkin, protes sana-sini.

Jangan Bergantung pada BBM

Haloo pemerintah, BBM itu candu pak, tak baik bagi kami, tak baik bagi lingkungan, tak baik bagi kalian juga jika penggunannya tidak kalian atur dengan tegas.  Percepat ketidak-bergantungan kami pada BBM, buat kami hidup senang tanpa bergantung banyak pada BBM. Memperbaiki transportasi umum, meningkatkan pajak tahunan serta pembelian kendaraan, meningkatkan pajak parkir, mengembangkan riset energi terbarukan, merupakan sedikit kebijakan yang bisa dilakukan,  mengurangi subsidi BBM juga termasuk, kok. Saya berharap dengan naiknya harga BBM,  tujuan tersebut bisa lebih cepat dicapai, karena saya sedikit kecewa karena belum juga tercapai sekarang.

Tentu sebagaimana candu, kami semua akan menderita dengan adanya peraturan yang mempertegas penggunaan BBM nantinya. Tetapi jika (semoga) pemerintah cerdas dalam menetapkan garis dan fokus pada tujuan untuk tidak bergantung pada BBM, lama-kelamaan kita juga akan tersadar: Naik kendaraan pribadi makin mahal, tetapi kemacetan berkurang, transportasi umum murah, harga daging sapi, sayuran, bawang murah, udara bersih, Indonesia tidak bergantung pada harga minyak dunia, dan banyak lagi manfaat lainnya, hanya karena tidak bergantung pada BBM.

Berakit-rakit kehulu dulu deh, berenang-renang ketepian,

Pemerintah. bantu kami buat rakitnya, ya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s