Beruntung bisa ke Jepang

Awalnya, saya hanya ingin menulis mengenai aspek-aspek tertentu di Jepang untuk blog ini, semisal transportasi, budaya, makanan, dan sebagainya dalam bentuk analisis. Namun, karena hal tersebut menjadi subjek dari writer’s block (jadi bakal lebih lama buatnya), yaudah saya coba tulis narasi kegiatan saya di Jepang dulu daripada lupa, mumpung masih di kepala, analisisnya belakangan. Siapa tau ketika menulis narasi ini muncul ide-ide buat menulis tulisan analitis. Tentu hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi saya, karena saya belum pernah menulis narasi di blog ini.

***

Kali ini saya akan bercerita tentang kenapa saya beruntung bisa ke Jepang, yang menurut saya agak lucu dan aneh.

Balik jauh ke bulan Februari tahun ini. Waktu itu, ada sekelompok mahasiswa Jepang yang berkunjung selama 2 minggu ke Universitas Indonesia. Program yang saya ikuti sama dengan program mereka, Twincle Program yang dibuat Chiba University di Chiba, Jepang. Mereka datang ke Universitas Indonesia(UI) sebagai Universitas rekanan Chiba, lalu berkunjung SMA-SMA di Jakarta dan sekitar, melihat-lihat kampus UI,  dan mengikuti berbagai macam rangkaian acara lainnya.

Lalu ada nih seorang teman, sejurusan dengan saya di Geografi UI yang keturunan Jepang diminta menjadi guide mereka. Yang meminta ialah seorang dosen geografi yang kebetulan juga dikontak oleh pihak Chiba University untuk mengurus kedatangan mahasiswa-mahasiswa Jepang ini. Selanjutnya, teman saya itu meminta saya dan seorang teman lainnya hanya untuk nemenin dia, selama dia menjadi guide.

Oh yaudah, challenge accepted! Saya mau ngerasain ketemu orang Jepang, nyoba-nyoba bahasa Jepang ke mereka. Kebetulan juga, dulu di SMA ada pelajaran Bahasa Jepang yang sukai, sepatah dua-patah kata bisa lah.

Setelah itu, jadilah kita ber-3 datang ke Fakultas Teknik UI untuk bertemu dengan para mahasiswa tersebut dan berkenalan, sekalian jalan-jalan keliling Fakultas Teknik.

Begitulah, beberapa bulan setelah selesai pertemuan tersebut, ada “undangan” ajakan buat mengikuti program ini ke Chiba University. Kebetulan pula orang tua saya mendukung saya (secara finansial), segeralah saya siapkan apa saja yang dibutuhkan untuk ke Jepang, mulai dari paspor, visa, koper, rencana perjalanan, dan sebagainya.

***

Pada akhirnya saya jadi pergi ke Jepang dan mendapatkan pengalaman yang amat menyenangkan, fufufu. Saya sangat bersyukur karena bisa diberi kesempatan seperti ini. Saya tidak sanggup mewakili seluruh keindahan dan kesan-kesan saya selama disana dalam bentuk tulisan semata. Yaah, tulisan-tulisan saya nanti kebanyakan akan berupa bagian dari perasaan-perasaan saya selama di sana, dan saya ingin pembaca tulisan saya bisa mendapatkan perasaan-perasaan yang saya rasakan tersebut.

Makanya saya latihan nulis, hehe.

***

Oke deeh, paling tidak begitu latar belakangnnya, tunggu aja buat narasi berikutnya yaa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s